Pemerintahan Desa Bioa Putiak Lakukan Kegiatan Rutin Posyandu Dan Posbindu Desa

Pemerintahan Desa Byoa putiak hari ini 19 /6/2025 Lakukan Kegiatan Rutin Desa Posbindu Dan Posyandu Desa. Hadir Petugas Puskemas, Bidan desa, Anggota kader Posyandu dan Masyarakat khususnya Ibu ibu.

Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) dan Posbindu (Pos Pembinaan Terpadu) adalah program pelayanan kesehatan berbasis masyarakat yang diselenggarakan di tingkat desa atau dusun. Posyandu difokuskan pada pelayanan kesehatan ibu hamil dan anak balita, sementara Posbindu berfokus pada deteksi dini dan pemantauan penyakit tidak menular (PTM) pada usia dewasa dan lansia.
Posyandu
Tujuan: Meningkatkan kesehatan ibu hamil dan anak balita, memantau tumbuh kembang anak, memberikan imunisasi, serta memberikan penyuluhan tentang kesehatan.
Sasaran: Ibu hamil, bayi, dan balita.
Kegiatan: Penimbangan balita, pengukuran tinggi badan, pemberian imunisasi, pemantauan status gizi, dan penyuluhan kesehatan.
Posbindu
Tujuan: Deteksi dini dan pemantauan penyakit tidak menular (PTM) pada usia dewasa dan lansia, serta memberikan edukasi dan konseling tentang PTM.
Sasaran: Usia dewasa dan lansia.
Kegiatan: Pemeriksaan tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, dan konseling kesehatan.
PTM yang sering dipantau: Hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung, obesitas, dan lainnya.
Penyelenggaraan:
Posyandu dan Posbindu biasanya diselenggarakan secara rutin setiap bulan di desa atau dusun.
Kegiatan ini melibatkan peran serta aktif masyarakat, kader kesehatan, tenaga kesehatan dari puskesmas, dan pihak terkait lainnya.
Dana operasional kegiatan biasanya bersumber dari dana desa atau sumber lain yang sah.
Manfaat:  Meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, Mendeteksi dini penyakit dan faktor risiko penyakit, Mencegah penyebaran penyakit, Memberikan informasi dan edukasi kesehatan kepada masyarakat.

admin :Munawar khalik

Musdesus Pembentukan Koperasi Merah Putih Desa Bioa Putiak

Admin Minggu, 18 Mei 2025 | Mei 18, 2025 WIB
Musyawarah desa khusus pembentukan koperasi desa merah putih desa Bioa Putiak kecamatan Pinang Belapis kabupaten Lebong tahun 2025, Pemdes bersama Masyarakat adakan Musdesus untuk pembentukan koperasi desa merah putih Desa Bioa putiak,dalam musyawarah desa khusus,Dalam Musdesus hadir pihak kecamatan Babinsa,bhabinkamtibmas,BPD. Senin (19/5/2025).

Kepala Desa Zulkaidi dalam sambutanya mengatakan bahwa pembentukan koperasi desa merah putih dengan menyikapi instruksi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk meningkatkan Kesejahteraan masyarakat ekonomi lemah.
Badan Pengurus koperasi desa merah putih desa Bioa Putiak yang sudah dibentuk agar dapat melaksanakan tugas dan fungsi dengan petunjuk juklak juknis yang sudah ditetapkan ,sehingga anggaran atau dana yang akan diberikan,harus dikelola tepat sasaran Dan benar benar dapat di kembangkan jelasnya.

Dengan terbentuknya koperasi Desa merah putih sudah tentu sangat mendorong dan mempercepat pengentasan kemiskinan,sebab menurut data statistik Kabupaten lebong angka kemiskinan masih Tergolong tinggi. Dengan harapan semua masyarakat Berharap semoga pembentukan koperasi desa merah putih di desa Bioa Putiak dapat Menjadikan Koperasi sebagai Pilar Pembangunan.
admin: Munawar khalik.​

Lolos ke Perempatfinal, Djokovic Ditantang Thiem

Paris – Novak Djokovic melanjutkan langkahnya di Prancis Terbuka ke babak perempatfinal setelah menang atas Albert Ramos-Vinolas. Sang juara bertahan selanjutnya akan ditantang oleh petenis muda Austria, Dominic Thiem.

Djokovic mengatasi perlawanan Ramos-Vinolas dalam tiga set langsung di lapangan Philippe Chatrier, Roland Garros, Paris, Minggu (4/6/2017). Petenis Serbia itu sempat kesulitan di set pembuka, tapi merebut dua set berikutnya dengan lebih mudah. Dia akhirnya menang dengan skor 7-6(5), 6-1, dan 6-3.

“Setelah set pertama, saya mulai bermain dengan lebih sedikit kesalahan dan itu bagus. Itu memberi saya kepercayaan diri yang besar,” ujar Djokovic seperti dikutip Reuters.

Berkat kemenangannya atas Ramos-Vinolas, Djokovic bergabung dengan Rafael Nadal dan Roger Federer sebagai petenis-petenis yang paling sering mencapai perempatfinal Prancis Terbuka, yaitu 11 kali.

Djokovic selanjutnya akan menghadapi Thiem di perempatfinal. Thiem, yang menjadi unggulan keenam, lolos setelah mengalahkan Horacio Zeballos (Argentina) dengan skor 6-1, 6-3, 6-1.

Djokovic dan Thiem sejauh ini telah lima kali bertemu dan Djokovic belum sekali pun kalah. Pada pertemuan terakhir di semifinal Italia Terbuka, bulan lalu, Djokovic menang telak 6-1, 6-0.

Meskipun demikian, Djokovic tak akan menganggap enteng Thiem, yang belakangan ini sedang naik daun.

“Sekarang perempatfinal grand slam dan menghadapi Dominic bukanlah hal mudah. Dia adalah salah satu petenis terbaik di dunia, terutama di atas permukaan ini. Sekarang saya punya waktu istirahat sehari dan kemudian mempersiapkan diri,” kata Djokovic.

Filipina Bakal Contek Cara RI Kembangkan Perbankan Syariah

Kerja sama bilateral antara Indonesia dengan Filipina di bidang perbankan, dimanfaatkan Filipina untuk meniru pengembangan industri perbankan berbasis syariah yang lebih dulu dijalankan Indonesia.

Gubernur Bangko Sentral ng Pilipinas (BSP) Amando M. Tetangco menilai Indonesia memiliki pengalaman yang lebih luas dalam mengembangkan industri perbankan khususnya pada skema bank berbasis syariah.

Panglima TNI: Bumi Sudah Overload, Kompetisi Global Semakin Sengit

Ini sekedar contoh berita
==========================

Bantul – Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo, mengungkapkan saat ini tantangan terbesar Indonesia adalah menghadapi kompetisi global yang semakin sengit. Karena sekarang antar negara bersaing, sementara jumlah penduduk di bumi terus bertambah, bahkan sudah melebihi kapasitas.

Bertambahnya jumlah penduduk tersebut, kata Gatot, tidka diimbangi dengan ketersediaan pangan yang cukup. Hal tersebut akhirnya menyisakan masalah pelik, seperti kemiskinan dan kelaparan.

“Tahun 2011 jumlah penduduk di bumi sudah 7 miliar. Padahal menurut peneliti daya tampung bumi hanya 3-4 miliar,” ujar Gatot Nurmantyo saat memberikan pemaparan pengajian kebangsaan di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Yogyakarta, Minggu (4/6/2017) malam,

Karena daya tampung bumi overload, muncul persoalan-persoalan sosial. Bahkan menilik catatan Gatot, akibat kepadatan penduduk ini hampir setiap hari ada 41.000 anak meninggal dunia.

“Karena kelaparan, kemiskinan, dan kesehatan buruk. Ini menandakan bumi sudah overload, disamping itu orang butuh minyak untuk energi,” sebutnya.

Dengan berbagai permasalahan sosial tersebut, menurut Gatot, yang paling utama dibutuhkan adalah pasokan makanan. Kondisi inilah yang harus diantisipasi Indonesia. Apalagi diprediksi sekitar tahun 2043, semua penduduk di dunia bakal mencari pangan di negara-negara ekuator.

Hal tersebut karena lahan di negara-negara ekuator seperti Asia Tenggara, Afrika Tengah, dan Amerika Latin, dinilai cocok buat bercocok tanam. Sedangkan air, pangan, dan energi terbarukan banyak terdapat di negara-negara ini.

“Miliaran orang akan mencari makan di ekuator. Ini mulai terlihat bahayanya pertumbuhan penduduk,” ungkapnya.

Indonesia saat ini, harus siap menghadapi kenyataan ini. Apalagi, menurutnya, Indonesia adalah salah satu negara di ekuator yang energinya luar biasa besar. Tentu kondisi ini menarik negara lain, sehingga perlu diantisipasi.

“Sepanjang ekuator, negara yang energinya luar biasa adalah Indonesia,” tegasnya.

Selain persoalan kesenjangan sosial, Gatot menambahkan saat ini di tengah-tengah masyarakat juga muncul gaya hidup baru. Setiap orang asyik dengan gadgetnya masing-masing, menyebabkan orang menjadi antipati dengan kondisi sosial.